-->

Solusi Mengatasi Kerusakan Pada Penangkaran KakaTua

Solusi Mengatasi Kerusakan Pada Penangkaran KakaTua - Alhamdulillah sahabat pecinta burung kakatua dimanapun berada pada pagi hari kembali saya akan memberikan update artikel terbaru dengan Judul Solusi Mengatasi Kerusakan Pada Penangkaran KakaTua. Untuk mengatasi dan menekan risiko kerusakan yang terjadi dalam penangkaran kakatua, berikut ini beberapa solusi yang bisa dilakukan seorang breeder :


Solusi Mengatasi Kerusakan Pada Penangkaran KakaTua

Solusi Mengatasi Kerusakan Pada Penangkaran KakaTua


1. Menyediakan kotak sarang (gelodok) khusus


Biasanya kotak sarang (gelodok) untuk burung paruh bengkok memiliki satu buah lubang yang digunakan sebagai pintu masuk dan pintu keluar. Apabila kita menggunakan gelodok dengan satu lubang untuk kakatua, maka ketika sifat agresif burung jantan muncul, burung betina dalam keadaan bahaya. Sebab ia sulit keluar dari sarang, terlebih jika burung jantan menutupi lubang pintu.


Maka, jalan terbaik adalah menyediakan kotak sarang (gelodok) yang didesain khusus, memiliki dua lubang. Desain gelodok bisa dilihat pada gambar di bawah ini.


2. Memberikan wing clipping pada burung jantan


Wing clipping adalah metode pengguntingan bulu terbang utama pada kedua sayap burung. Hal ini bisa diterapkan hanya pada kakatua jantan, dengan tujuan memperlambat gerakan burung saat sifat agresifnya muncul. Dengan demikian, burung betina yang tidak menjalani wing clipping akan memiliki waktu untuk melarikan diri.


Metode wing clipping tidak menyakiti burung, karena hanya memotong sebagian bulu sayap yang digunakan untuk terbang jauh / tinggi. Metode ini bahkan lazim digunakan penangkar burung paruh bengkok di mancanegara, dalam rangka menjinakkan atau melatih burung parrot seperti parkit, nuri, cockatiel, lovebird dan lainnya.


3. Menyediakan dua wadah pakan


Wadah pakan idealnya lebih dari satu, agar burung betina bisa mengambil makanannya dalam wadah lain jika suatu saat burung jantan mencegahnya. Dalam beberapa kasus, sering terjadi burung betina mati karena dehidrasi dan kelaparan akibat dihalangi burung jantan saat ingin mengambil makanan dan air minum.


4. Mengoptimalkan fungsi reproduksi kedua induk


Seperti dijelaskan sebelumnya, kakatua jantan bisa meledak amarahnya ketika ia sudah siap kawin, sementara betina menolak diajak kawin dan terus berlari menjauhinya. Hal ini biasanya karena induk betina sedang dalam birahi rendah. Agar pasangan induk berada dalam kondisi birahi yang sama, yaitu sedang-optimal, disarankan untuk menggunakan BirdMature, produk Om Kicau khusus untuk burung indukan.


Selain bisa mengoptimalkan kondisi birahi, BirdMature sekaligus dapat meningkatkan fertilitas (kesuburan telur), daya tetas (persentase telur yang menetas), dan anakan yang menetas menjadi lebih sehat dan memiliki pertumbuhan bagus.


5. Memasang kamera dalam kandang


Untuk memantau perilaku indukan di dalam kandang penangkaran, kita tidak mungkin terus-menerus berada di dekat kandang. Apalagi jika kandang penangkaran berada di luar ruangan. Solusi terbaik adalah memasang kamera pemantau agar tingkah laku indukan selalu terkontrol. Vegitu terjadi sesuatu hal, kita bisa langsung mengambil tindakan pencegahan.


Kamera pemantau bisa menggunakan kamera canggih misalnya IP camera yang terhubung dengan jaringan internet, sehingga dapat dipantau di mana dan kapan saja, baik melalui laptop, tablet, ataupun smartphone. Jika ingin yang lebih sederhana, Anda bisa menggunakan webcam yang dimodifikasi (lihat cara pemasangannya di sini).


6. Memisahkan burung jantan dan betina


Begitu terlihat tanda-tanda burung jantan mulai menekan burung betina, Anda harus segera memisahkannya terlebih dahulu untuk sementara waktu, sampai burung jantan dalam kondisi tenang kembali.


7. Memilih pasangan yang cocok


Banyak penangkar berpengalaman percaya, burung kakatua sebaiknya dibiarkan mencari pasangannya sendiri dalam kandang koloni, yang diisi beberapa ekor burung betina dan burung jantan. Jangan menjodohkan induk jantan tertentu dan induk betina tertentu hasil pilihan Anda, karena berisiko memunculkan watak agresif pada burung jantan.


Dengan membiarkan burung memilih sendiri pasangannya, si jantan relatif bisa tenang. Penjodohan dalam kandang soliter bisa dilakukan hanya untuk breeder berpengalaman saja, terutama untuk menghasilkan mutasi warna tertentu. Melalui pengalaman bertahun-tahun, biasanya breeder kawakan sudah bisa mengatasi sifat agresif burung jantan, melalui berbagai solusi yang telah dijelaskan sebelumnya.


Demikianlah artikel tentang Solusi Mengatasi Kerusakan Pada Penangkaran KakaTua, semoga artikel ini bis bermanfaat untuk kita semua amin3x, dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya bersama dengan kami di hewamternak.com

0 Response to "Solusi Mengatasi Kerusakan Pada Penangkaran KakaTua"

Posting Komentar