-->

Cara Melestarikan Burung KakaTua Maluku

Cara Melestarikan Burung KakaTua Maluku - Alhamdulillah sahabat pecinta burung kakatua dimanapun berada pada malam hari kembali saya akan membagikan update artikel terbaru dengan Judul Cara Melestarikan Burung KakaTua Maluku..Kakatua maluku (Cacatua moluccensis) merupakan burung endemik di Pulau Seram, Maluku Tengah. Ada juga yang menyebutnya sebagai kakatua seram. Dalam literatur perburungan internasional, burung ini disebut sebagai salmon-crested cockatoo. Saat ini populasinya terus menyusut, sehingga diperlukan dua tindakan sekaligus. Pertama, hentikan perburuan burung ini di alam bebas. Kedua, bagi yang memilikinya diimbau untuk menangkarnya. Artikel ini bisa dijadikan panduan bagi Anda yang ingin menangkarnya.


Cara Melestarikan Burung KakaTua Maluku

Cara Melestarikan Burung KakaTua Maluku


 

Bagi yang ingin menangkar kakatua maluku, silakan menghubungi instansi berwenang di daerah masing-masing (Dinas Peternakan, Balai Konservasi Sumberdaya Alam, dll) untuk mengurus izin penangkarannya, sebagaimana dilakukan dengan baik oleh sejumlah penangkar jalak bali di beberapa daerah.


kakatua maluku / kakatua seramDi habitat aslinya, burung kakatua maluku biasa dijumpai di hutan-hutan dataran rendah hingga daerah berketinggian 1.000 meter dari permukaan laut. Mereka mencari makan berupa biji-bijian, kacang-kacangan, buah, dan kelapa. Kekuatan paruhnya luar biasa, bisa mencapai berat 2.000 kg, sehingga mampu memecahkan serabut dan kulit buah (batok) kelapa yang keras.


Ciri utama burung ini adalah jambulnya yang khas, berwarna merah jambu, dan bisa ditegakkan. Jika jambulnya ditegakkan, berarti kakatua maluku sedang menunjukkan beberapa ekspresi berikut ini:




  • Burung sedang mencari perhatian pasangannya.

  • Burung sedang mencoba mempertahankan wilayah atau kelompoknya.

  • Burung sedang memanggil anggota kelompoknya.

  • Burung sedang mengeskpresikan keingintahuan / rasa penasarannya.

  • Burung sedang mengeskpresikan rasa senang atau gembira, tetapi bisa juga ekspresi kaget, frustasi, takut, bahkan marah.


Jadi, ketika melihat kakatua maluku sedang menegakan jambulnya, lebih baik jangan mendekat dulu, karena khawatir ia sedang marah. Jika sudah marah, risiko digigit pun bisa saja terjadi. Bayangkan kalau sampai digigit, batok kelapa yang keras pun bisa dipecahnya dengan mudah.


Tetapi jika jambulnya diturunkan, bolehlah Anda mendekatinya, atau bahkan bermain-main dengannya. Sebab, hal ini menunjukkan burung dalam kondisi emosi yang ramah dan tenang.


1. Perbedaan jantan dan betina


Membedakan kakatua jantan dengan betina bisa dilihat dari warna matanya. Burung jantan memiliki mata berwarna cokelat / hitam gelap, sedangkan burung betina memiliki mata berwarna cokelat kemerahan. Hal ini dapat terlihat dengan jelas kalau kita menyorot matanya dengan lampu senter kecil.


2. Suara burung kakatua


Burung kakatua memiliki kemampuan vokal yang pintar menirukan bermacam-macam suara, mulai dari suara lingkungan sekitarnya hingga suara burung lain. Kepintarannya bahkan hampir menyamai burung nuri abu-abu afrika (african-grey parrot).


3. Penangkaran kakatua maluku


kakatua maluku / kakatua seramMenangkarkan burung kakatua maluku merupakan salah satu upaya mencegah kepunahan. Beberapa orang sudah mencoba menangkarkan burung ini, misalnya Mega Bird and Orchid Farm di Kota Bogor.


Sebelumnya, siapkan beberapa hal yang berkaitan dengan penangkaran ini, misalnya pengurusan izin penangkaran, biaya, waktu, akses mudah ke dokter hewan, penjaga dan perawat burung, ketersediaan obat , kandang, dan sebagainya karantina khusus.


Burung yang sudah siap dikembangbiakan diusahakan sudah berusia 3 tahun atau lebih, tetapi jangan melebihi umur 8 tahun. Meski kakatua maluku memiliki umur rata-rata 30 tahun, tentu burung yang sudah terlalu tua tidak bagus untuk dijadikan indukan.


Ketika hendak dijodohkan, burung jantan sering mengerutkan bulu-bulunya, melebarkan ekor, membuka sayap, menegakjan jambulnya, atau seperti mengangguk-angguk atau memantul. Sedangkan burung betina awalnya terlihat menghindari atau cuek. Tetapi selama beberapa hari setelah dipertemukan, betina akan membiarkan burung jantan mendekatinya.


Setelah berpasangan, mereka akan terlihat saling bersolek dengan menyisir kepala dan ekor pasangannya. Hal ini menunjukan mereka sudah ada ikatan emosional. Setelah beberapa waktu, burung jantan mulai melakukan ritual kawin dan betina akan bertelur.


Sebagaimana perilaku bercinta keluarga burung parrot lainnya, kakatua maluku juga setia terhadap pasangannya. Jika sudah berjodoh, mereka akan setia sehidup dan semati, kecuali kita memisahkannya dan menggantinya dengan pasangan baru. Tetapi biasanya tidak mudah untuk menjodohkan lagi dengan pasangan lain, karena burung yang kehilangan jodohnya akan mengalami depresi cukup lama.


4. Kandang penangkaran yang digunakan.


Kandang penangkaran yang digunakan sebisa mungkin berada di lingkungan yang tenang dan terlindung dari panas ataupun hujan. Ukuran kandang tergantung luas lahan yang Anda miliki, yang penting burung masih bisa terbang merentangkan kedua sayapnya dan berloncatan ke sana-sini dengan leluasa.


Tempat sarang bisa menggunakan pohon yang dilubangi atau dari glodok berbahan kayu, plastik, maupun besi yang berukuran besar dan diberi lubang sebagai pintu masuknya.


Demikianlah artikel tentang Cara Melestarikan Burung KakaTua Maluku, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua amin3x, dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya bersama dengan kami di it-artikel.com

0 Response to "Cara Melestarikan Burung KakaTua Maluku"

Posting Komentar