-->

Burung KakaTua Jambul Kuning

Burung KakaTua Jambul Kuning - Alhamdulillah sahabat pecinta burung paruh bengkok dimana saja berada pada pagi hari ini kembali saya akan membagikan update artikel terbaru dengan Judul Burung KakaTua Jambul Kuning.


Burung ini termasuk ke dalam burung paruh bengkok. Burung ini habitat aslinya adalah hutan, dan biasanya memakan buah-buahan dan biji-bijian. Sepintas Cacatua sulphurea ini memang mirip dengan kakatua jambul kuning (Cacatua galerita), akan tetapi tentu saja ukurannya lebih kecil daripada Cacatua galerita. Cacatua sulphurea memiliki berat badan di bawah 450 gram, sedangkan Cacatua galerita beratnya jauh lebih besar, yaitu sekitar 800 gram. Selain perbedaan berat tubuh, jika dilihat-lihat, Cacatua sulphurea memiliki warna semburat kekuningan pada bagian pipinya, sedangkan Cacatua galerita pipinya tidak bersemburat kuning.


Burung KakaTua Jambul Kuning

Burung KakaTua Jambul Kuning


 

Spesies ini terbagi lagi menjadi 4 subspesies, yaitu Cacatua sulphurea sulphurea yang tersebar di sekitaran Buton, Muna, dan kepulauan Laut Flores.; C.s. parvula yang tersebar di Lombok, Sumbawa, Moyo, Komodo, Rinca, Flores, Solor, Adonara, Lomblen, Pantar, Alor, Timor, dan Semau, juga Pulau Nusa Penida di Bali.; C.s. citrinocristata yang tersebar di Pulau Sumba; dan C.s. abotti yang tersebar di kepulauan Masalembo. Hal yang sangat disayangkan adalah, bahwa seluruh sub spesies dari Cacatua sulphurea ini berada dalam status critically endangered menurut IUCN. Berdasarkan data yang diperoleh pada IUCN, jumlah populasi global burung ini bahkan kurang dari 7000 ekor. Satwa ini telah ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi menurut Peraturan pemerintah no.7 Tahun 1999.


Terancamnya keberadaan kakatua kecil jambul kecil ini disebabkan oleh penangkapan dan perdagangan ilegal, kerusakan pada habitatnya yang disebabkan oleh penebangan hutan, kurangnya ketersediaan air, dan adanya kompetisi dengan burung lain seperti parrot dan burung hantu dalam membangun sarangnya di pohon besar.


Burung ini juga terkadang dianggap sebagai hama tanaman sehingga seringkali dianiaya. Baru-baru ini kita bahkan dikejutkan dengan berita tentang tertangkapnya sindikat perdagangan ilegal burung kakatua di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Para pedagang ilegal ini dengan kejamnya meletakkan burung langka ini ke dalam botol air mineral untuk diselundupkan, akibatnya banyak burung kakatua yang lemah dan mengalami stress, bahkan beberapa malah mati. Burung yang masih bertahan hidup dirawat di suatu lembaga konservasi untuk pemulihan kemudian dilepas ke habitat aslinya setelah pulih.


Terancamnya burung cantik ini tentunya sangat disayangkan. Oleh sebab itu, konservasi perlu dilakukan untuk menyelamatkan burung ini dari kepunahan. Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk menyelamatkan burung ini adalah dengan penangkaran baik secara in situ maupun ex situ. Kegiatan penangkaran ini telah dilakukan di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai dan Carantae (Sulawesi), Suaka Margasatwa Cagar Alam di Pulau Moyo, Taman Nasional Pulau Komodo, dan Taman Nasional Manupeu-Tanadaru dan Laiwangi Wanggameti (Pulau Sumba).


Upaya konservasi juga dapat dilakukan dengan peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak merusak habitat dan supaya masyarakat tidak melakukan perdagangan ilegal atas burung ini , serta dengan penangkaran ex situ seperti kebun binatang dan ekowisata.Itulah hal-hal yang sejauh ini sudah dilakukan untuk mengkonservasi kakatua kecil jambul kuning. Semoga dengan usaha konservasi yang telah dilakukan ini, kepunahan burung cantik ini bisa dihindari.


Demikianlah artikel tentang Burung KakaTua Jambul Kuning, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua amin3x, dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya bersama dengan kami di hewanternak.net

0 Response to "Burung KakaTua Jambul Kuning"

Posting Komentar