-->

Cara Merawat Anis Kembang Liar Agar Lebih Cepat Jinak

Cara Merawat Anis Kembang Liar Agar Lebih Cepat Jinak - Alhamdulillah pecinta burung kicau dmanapun berada pada dinihari saya akan membagikan postingan artikel terbaru kami dengan Judul Cara Merawat Anis Kembang Liar Agar Lebih Cepat Jinak.  Sebetulnya Anis kembang sudah banyak ditangkarkan di negara kita, bahkan para penangkar sudah berani bersaing diantara mereka dengan cara memberikan identitas berupa ring yang dipasangkan di kaki burung hasil tangkaran mereka, dan mereka juga sudah berani mengklaim kalau hasil ternakannya berkualitas bagus.











Cara Merawat Anis Kembang Liar Agar Lebih Cepat Jinak
Cara Merawat Anis Kembang Liar Agar Lebih Cepat Jinak


Burung hasil ternakan lebih mudah dalam perawatannya, lebih jinak, dan juga lebih cepat rajin bunyi. Ini dikarenakan sejak burung menetas sudah terbiasa berada dilingkungan manusia dan sejak awal sudah banyak yang menjalani proses pemasteran.


Lain cerita dengan Anis kembang bakalan hasil tangkapan hutan, dibutuhkan perawatan secara khusus supaya burung mau cepat rajin berbunyi. Juga diperlukan proses penjinakan, dan semua itu adalah salah satu kunci awal keberhasilan dalam proses perawatan burung hasil tangkapan hutan.


Berikut ini Cara Merawat Anis Kembang Liar Agar Lebih Cepat Jinak sebagai berikut :


1. Proses dalam menjinakkan burung


Tahap awal yang mesti dilakukan ketika kita telah mendapatkan Anis kembang bakalan tangkapan hutan dari pasar burung atau pengepul, ialah kita harus melatihnya untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan juga sangkar barunya.


Jika kita mau menggunakan sangkar bekas yang pernah digunakan burung lain, Kita harus cuci bersih dulu sangkar tersebut dengan memakai air yang sudah dicampur shampoo JATI JAJAR yang mengandung desinfektan untuk membunuh kutu dan kuman. Selain itu, beberapa jenis burung terkadang enggan menempati sangkar bekas burung lain, apalagi jika bulu, bau, dan kotorannya masih dijumpai dalam sangkar bekas yang mau digunakan tersebut.


Pada kurun waktu tiga hari pertama, burung harus dikerodong dan disimpan dalam ruangan yang tenang. Hal itu dimaksudkan untuk mengkondisikan agar burung bisa beradaptasi dengan sangkarnya, dan juga supaya burung mengetahui tempat makan dan minumnya.


Setelah 3 hari, kerodong dibuka dan burung boleh digantang pada tempat yang agak ramai oleh aktifitas manusia. Selama itu pula, kita bisa melatih burung agar menjadi cepat jinak. Penulis lebih menganjurkan supaya burung diusahakan bisa jinak terlebih dulu, hal tersebut dikarenakan akan memiliki efek dikemudian hari. Sebagai contoh, dalam penanganan gangguan kesehatan tertentu, yang mengharuskan pemilik atau perawat untuk memegangnya, maka kalau burung sudah jinak akan lebih aman dari potensi stress.


Burung yang belum jinak pasti akan ketakutan ketika bertemu dengan orang, begitu juga jika mendengar kegaduhan di sekitarnya. Dalam kondisi yang berkepanjangan, lama-lama burung akan stress, dan dipastikan tidak akan pernah bunyi. Bahkan bisa berpengaruh terhadap nafsu makannya yang akan melorot drastis, sehingga burung menjadi kurus, kondisi badannya menjadi lemah dan akhirnya burung bisa mati.


Karena itu, akan lebih baik jika burung hasil tangkapan hutan dijinakkan terlebih dulu. Masalah bunyi bisa kita Pikirkan jikalau burung benar-benar sudah terlihat merasa nyaman berada di dalam sangkar dan berada dilingkungan sekitarnya. Semakin muda usia burung bakalan tangkapan hutan, maka akan makin tinggi tingkat keberhasilan kita dalam menjinakkan burung.



Pada awalnya, burung yang sedang dijinakkan memang akan mengalami stress, dan itu adalah hal yang wajar dikarenakan mereka belum terbiasa melihat keramaian dan lalu-lalang manusia disekitarnya. Jadi wajar jika mereka belum mau bunyi atau belum dapat berkicau dengan rajin.


Akan tetapi, jika setelah beberapa hari mendapat pelatihan, biasanya burung mulai beradaptasi dan lambat-laun mulai berkicau dihadapan banyak orang meskipun bunyinya cuman ngeriwik. Hal ini menunjukan kalau kondisi mentalnya sudah dapat menerima lingkungan disekitarnya, dan menganggap manusia bukan ancaman serius bagi keselamatannya.


Cara menjinakkan burung sebenarnya ada berbagai cara dan sudah banyak tips yang diberikan oleh kawan-kawan sesama kicau mania. Akan tetapi penulis mencoba untuk menambahkan tips cara menjinakkan burung untuk sekedar pilihan lainnya dalam proses penjinakkan burung. Kalau kita mau prosesnya agak cepat, kunci utamanya sebetulnya ada pada diri kita sendiri. Kita dituntut harus menyempatkan waktu khusus untuk melakukan hal-hal berikut ini :


2. Dari sisi tempat


Jika kita punya burung yang terlalu liar, kita harus gantung burung tersebut agak tinggi di tempat ramai, atau yang biasa dilalulalangi manusia. Jangan digantung di tempat tersembunyi karena kita takut burung bakal kelabakan karena ketakutan. Lakukan proses tersebut selama sekitar 1-2 mingguan. Kemudian posisinya agak diturunkan. Lakukan selama 1 mingguan, lalu turunkan lagi, minggu depannya turunkan lagi sampai pada posisi gantungan normal. Kalau posisi rumah kita berada dekat jalan raya atau jalan kampung, biasakanlah untuk menggantung burung di halaman rumah dekat jalan itu. Jikalau burung kita memang sangat liar dan kita melakukan proses ini, akan berakibat burung kita bakal berdarah-darah disekitar paruhnya akibat menabrak jeruji, bulunyapun akan rusak. Akan tetapi kita tidak usah khawatir, sebab itu semua adalah proses normal yang harus kita lalui. Karena luka bakal kering dan bulu bakal tumbuh lagi.


3. Dari sisi memandikan


Dalam hal memandikan, biasakan memandikan burung dengan cara dimasukan dikaramba dengan durasi waktu agak lama sampai burung tersebut mau mandi sendiri. Kalau dia tidak mau mandi sendiri, semprot pakai sprayer sampai basah kuyup, kalaupun burung tersebut kelabakan kesana-kemari saat disemprot itu bukan masalah dan merupakan hal yang wajar. Lakukan penyemprotan sampai benar-benar basah kuyup sampai menggigil kedinginan dan tidak kelabakan lagi. Biarkan dulu dia di karamba sampai bulunya agak kering. Akan tetapi jikalau kita ada keperluan dan mau pergi keluar, burung dimasukkan langsung ke sangkar juga tidak jadi masalah, lalu gantung di tempatnya. Jikalau kita sempat, lakukan cara mandi tersebut pagi dan sore hari.


Adapun Fungsi dari memandikan burung sampai basah kuyup adalah :



  1. Supaya mempercepat burung merasa lapar ( karena dengan memandikan, maka rasa lapar akan timbul disebabkan burung terlalu banyak membakar karbohidrat untuk memanaskan tubuhnya). Dengan mengombinasikan dengan cara nomer 3 di bawah maka burung akan semakin merasa tergantung pada kita.

  2. Ketika burung ada dalam keadaan basah kuyup, ada pembelajaran pada burung bahwa meskipun dia hanya bisa diam, kenyataannya ketika ada manusia yang berlalu lalang di dekatnya, bukanlah merupakan suatu ancaman bagi si burung.

  3. Proses penjinakan adalah proses pembelajaran bagi burung untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya”. Kalau kita merasa takut burung akan menjadi lecet-lecet saat itu dan tidak memaksakan proses pembelajaran, maka burung akan terlalu lama giras dan tidak menutup kemungkinan burung akan giras sepanjang masa. Kalau hal ini yang terjadi, ketika burung selalu gerabakan saat dibawa-bawa, maka yang stress bukan hanya burungnya, tetapi kita jugapun akan merasa jenuh dan akhirnya bosan karena punya burung yang selalu gerabakan.


4. Dari sisi makanan


Menjelang malam, kosongkan tempat pakan. Maksudnya adalah biar pada paginya hari burung kelaparan. Dalam kondisi tersebut, sorongkan jangkrik dengan lidi di tangan kita. Kalau dia nggak mau memakan jangkrik tersebut, tarik lagi. Ulangi lagi hal yang sama lima atau sepuluh menit kemudian. Kalau tetap masih tidak mau, tunda lagi. Begitu seterusnya, sampai sekitar pukul 10.00. Kalau sampai jam 10.00 belum mau memakan jangrik juga, tinggalkan jangkrik di tempat pakan biar dimakan.


Setelah dia makan satu jangkrik, sorongkan satu jangkrik lagi dengan cara yang sama menggunakan lidi. Lalu kita goda dia beberapa saat mau mendekat atau tidak. Begitu jangkrik disambar, kita ulangi lagi, sampai kira-kira burung agak kenyang. Setelah itu tempat pakan kita isi dengan kroto satu sendok teh saja.


Siang hari, kita coba-coba lagi memberi jangkrik dengan lidi, dan begitu pula sore hari. Setelah terbiasa dengan lidi, coba langsung diberikan dengan tangan. Maksud dari proses ini kuncinya adalah membuat burung kelaparan dan merasa tergantung pada manusia dan secara tidak langsung akan melatih mentalnya supaya berani kepada manusia. Karena kuncinya membuat burung lapar, kita senantiasa harus mengosongkan wadah pakan dan hanya memberikan secukupnya ketika burung sudah dilatih makan jangkrik yang kita tusuk menggunakan lidi atau langsung dari tangan kita.


Kalau sekadar hanya untuk membuat burung tetap bertahan hidup dengan sehat, pada pagi hari kita bisa memberikan empat-lima ekor jangkrik saja, dan itu sudah cukup. Selanjutnya dua-tiga ekor jangkrik pada siang hari, dan empat–lima ekor jangkrik pada sore harinya, dan semuanya tidak perlu ada makanan tambahan lainnya di wadah pakan Kalau ketiga cara tersebut bisa kita laksanakan atau kombinasikan secara bersamaan, maka dalam kurun waktu tidak sampai sebulan burung yang tadinya liar sudah bisa jadi relatif jinak.


Cara menjinakkan burung seperti itu memang membawa sejumlah konsekuensi, misalnya burung yang semula sudah mau bunyi atau sekedar ngriwik, jadi agak macet akibat stres. Burung yang tadinya mulus, jadi luka atau rusak bulu-bulunya. Akan tetapi semua itu adalah bagian dari proses. Pilihannya balik lagi ke diri kita masing-masing, apakah kita mau pakai jalan yang cepat atau jalan yang biasa.


Demikianlah artikel tentang Cara Merawat Anis Kembang Liar Agar Lebih Cepat Jinak, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua amin3x, dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya bersama dengan kami di hewanternak.net

0 Response to "Cara Merawat Anis Kembang Liar Agar Lebih Cepat Jinak"

Posting Komentar