-->

Penyuntikan Hormon Perasang Untuk Pemijahahan Budidaya Ikan Lele

Penyuntikan Hormon Perasang Untuk Pemijahahan Budidaya Ikan Lele - Alhamdulillah akhirnya kita berjumpa lagi sahabat dimana saja berada, pada kesempatan ini kami akan menuliskan artikel tentang Penyuntikan Hormon Perasang Untuk Pemijahahan Budidaya Ikan Lele.


Ikan Lele, secara ilmiah terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan kalang (Sumatera Barat), ikan maut (Gayo), ikan seungko (Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia), ikan 'keli' untuk lele yang tidak berpatil sedangkan disebut 'penang' untuk yang memiliki patil (Kalimantan Timur).

Di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), gura magura (Srilangka), dan (Tiongkok). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Nama ilmiahnya, Clarias, berasal dari bahasa Yunani chlaros, yang berarti ‘lincah’, ‘kuat’, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air.Ikan-ikan marga Clarias dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip anus yang juga panjang, yang kadang-kadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya nampak seperti sidat yang pendek. Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap.



Ikan Lele juga memiliki alat pernapasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya. Ada yang mengatakan,bahwa patil ini tidak hanya tajam tetapi juga beracun dan mengakibatkan panas tinggi jika orang tak sengaja terkena patil tersebut


Pemijahan ikan lele dengan metode penyuntikan hormon perangsang lebih praktis dilakukan karena tidak memerlukan ikan donor dan tidak ada resiko kegagalan dalam mengekstrak hipofisa.


Hormon untuk penyuntikan yang banyak dijual antara lain ovaprim dan Chorulon. Hormon akan mempengaruhi kelenjar hipofisa yang berfungsi merangsang pertumbuhan dan pematangan sel telur.

ovaprim hormon perangsang pemijahan lele











Penyuntikan Hormon Perasang Untuk Pemijahahan Budidaya Ikan Lele
Penyuntikan Hormon Perasang Untuk Pemijahahan Budidaya Ikan Lele


Sama seperti metode lainnya, kondisi calon induk ikan lele harus sudah matang gonad. Induk yang disuntik adalah jantan dan betina. Dosis penyuntikan dengan hormon perangsang ovaprim adalah 0,3-0,5 ml per kg bobot induk atau sesuaikan dengan petunjuk pemakaian. Sebelum disuntikan, hormon

perangsang seperti ovaprim harus diencerkan dengan akuadestilata 3 kali lipatnya.


Proses penyuntikan dengan hormon perangsang sama dengan proses penyuntikan dengan kelenjar hipofisa. Dan, proses pemijahannya sama dengan pemijahan ikan lele secara alami.


Demikian artikel ini tentang Penyuntikan Hormon Perasang Untuk Pemijahahan Budidaya Ikan Lele, penulis berharap bisa bermanfaat bagi peternak lele dan bisa menghasilkan anakan lele yang bagus dan mendapat keuntungan yang besar ami ya rabbal alamin.

0 Response to "Penyuntikan Hormon Perasang Untuk Pemijahahan Budidaya Ikan Lele"

Posting Komentar