-->

Mengenal 6 Penyakit dan Hama dalam Budidaya Ikan Lele

Mengenal 6 Penyakit dan Hama dalam Budidaya Ikan Lele - Alhamdulillah sahabat dimana saja berada adapun artikel yang akan kami bahas mengenai Mengenal 6 Penyakit dan Hama dalam Budidaya Ikan Lele, mengenal dan bisa mengatasi hama dan penyakit ikan lele adalah salah satu kunci jika kita ingin sukses budidaya ikan lele.


Hama pada lele adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan lele. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang lele antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air, ikan gabus dan belut. Sedangkan di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan lele secara intensif tidak banyak diserang hama.











Mengenal 6 Penyakit dan Hama dalam Budidaya Ikan Lele
Mengenal 6 Penyakit dan Hama dalam Budidaya Ikan Lele




  • Penyakit Ikan Lele


 
Penyakit parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil

.

1. Penyakit karena bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla


Bentuk bakteri ini seperti batang dengan polar flage (cambuk yang terletak di ujung batang), dan cambuk ini digunakan untuk bergerak, berukuran 0,7–0,8 x 1–1,5 mikron.


a. Gejala:


Warna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan, bernafas megap-megap di permukaan air.

 

b. Pengendalian: 

 

Memelihara lingkungan perairan agar tetap bersih, termasuk kualitas air.


c. Pengobatan: 

 

Melalui makanan antara lain: (1) Terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/ hari, diberikan selama 7–10 hari berturut-turut. (2) Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3–4 hari.


2. Penyakit Tuberculosis


a. Penyebab: 


Bakteri Mycobacterium fortoitum).


b. Gejala: 


Tubuh ikan berwarna gelap, perut bengkak (karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring, bintik putih di sekitar mulut dan sirip.

 

c. Pengendalian: 


Memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam.

 

d. Pengobatan: 

 

Dengan Terramycin dicampur dengan makanan 5–7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5–15 hari.


3. Penyakit karena jamur/candawan Saprolegnia.


Jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah.


a. Gejala: 


Ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas.

 

b. Pengendalian: 


Benih gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5–3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1–0,2 ppm selama 1 jam atau 5–10 ppm selama 15 menit.


4. Penyakit Bintik Putih dan Gatal/Trichodiniasis


a. Penyebab: 


Parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius multifilis.


b. Gejala:



  1. Ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air.

  2. Terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang;.

  3. Ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam.


 
c. Pengendalian:

 

 Air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.

 

d. Pengobatan: 

 

Dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada campuran larutan Formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12–24 jam, kemudian ikan diberi air yang segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari.


5. Penyakit Cacing Trematoda

 

a. Penyebab: 


Cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip.

Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka, kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu.


b. Pengendalian: 



  1. Direndam Formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit.

  2. Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam.

  3. Mencelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium -Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ± 30 menit.

  4. Memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit; (5) dapat juga memakai larutan NH4OH 0,5% selama ± 10 menit.


 
6. Parasit Hirudinae


a. Penyebab: 


Lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan.]


b. Gejala: 


Pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga menyebabkan anemia/kurang darah. Pengendalian: selalu diamati pada saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm..


Nah itulah di atas artikel tentang Mengenal 6 Penyakit dan Hama dalam Budidaya Ikan Lele, semoga artikel di atas bermanfaat,amien3x. dan sampai ketemu lagi pada update artikel terbaru lainnya bersama dengan kami di hewanternak.net.

0 Response to "Mengenal 6 Penyakit dan Hama dalam Budidaya Ikan Lele"

Posting Komentar