-->

Daya Pikat Memancing Ikan Gurame dan Sensasinya

Daya Pikat Memancing Ikan Gurame dan Sesansinya  - Gurame (Osphronemus gouramy), merupakan salah satu jenis ikan air tawar berbadan pipih lebar, dibagian punggung yang berwarna merahsawo dan dibagian perutnya berwarna agak kekuningan/ keperakkan. Memiliki tingkat pertumbuhan yang agak lambat namun ikan ini bisa hidup dengan baik meski tidak memerlukan air mengalir.


Salah satu jenis satwa air yang memiliki protein hewani yang tinggi ini banyak dipanggil dengan sebutan gurami, gurameh dan dibeberapa tempat lainnya seperti di Sumatera orang menyebutkannya ikan kalau, kala atau juga kalui seperti yang sama disebut oleh masyarakat Kamilantan.




Gurame merupakan jenis ikan yang memiliki sifat teritorial sangat menjaga daerah kekuasaannya. Memancingnya pun memiliki teknik tersendiri yang kali ini akan dipaparkan beragam teknik mancing ikan gurame baik di kolam pemancingan maupun di alam bebas.


Ikan gurame yang sejatinya merupakan salah satu jenis ikan herbivora yang memakan daun talas, daun singkong/ ketela atau pisang setengah matang. Namun para mania juga bisa menggunakan beberapa jenis hewan hidup yang digunakan sebagai umpan.


Seperti contohnya cacing, ga’ang, belalang, capung, kecoa, ulat hogkong, laba-laba hingga jangkrik bisa digunakan sebagai umpan hidup mancing gurame. Selain itu juga menggunakan umpan pelet yang diseduh dan diaduk dengan tambahan choya atau essen udang bisa digunakan untuk mancing gurame.


Namun banyak mania lazim menggunakan umpan hidup seperti jangkrik yang dikaitkan pada punggung jangkrik. Hal tersebut dimaksudkan agar jangkrik bisa hidup dan agak awet digunakan sebagai umpan.


Beberapa hal yang sekiranya dapat diperhatikan saat memancing gurame, pilih waktu pagi hari atau saat teduh. Memancing ikan gurame membutuhkan keadaan atau kondisi yang tenang, jangan berisik dan juga jangan banyak gerakan, karena gurame dikenal salah satu jenis ikan yang sensitif.


Beberapa teknik yang bisa digunakan saat penggunaan umpan seperti menggunakan cukup satu pancing dan digantung berjarak lebih kurang 30 cm dari pelampung dengan pemberat atau malah bisa membuat umpan mengapung di permukaan air.


Untuk penggunaan umpan hidup seperti jangkrik, belalang, capung dan lainnya, tisikkan atau tusuk pancing dibagian punggung umpan yang fungsinya agar umpan dapat bertahan hidup cukup lama untuk menarik perhatian pemangsa.


Pilih spot melempar umpan disekitaran patok, ranting bambu atau area teduh pepohonan karena biasanya ikan gurame adalah ikan teritorial yang mencari makan serta menjaga areanya. Bisa juga para mania mengamati saat-saat dimana ikan ‘nenggak’.


Sedikit tips memancing gurame dengan menggunakan umpan hidup, apabila sasaran tidak menyambar umpan, sesekali para mania bisa menghentak-hentakkan joran agar umpan tersebut terlihat lebih atraktif agar bisa menarik perhatian target mancing.


Memancing gurame di kolam pemancingan para mania sekiranya bisa mengamati terlebih dahulu ukuran ikan sasaran yang akan dipancing. Saat para mania strike gurame yang berukuran besar, kerap kali ikan yang terpancing tersebut lebih terasa saat fight. Gurame yang terpancing akan memberontak berusaha melepaskan diri.


Gunakan senar pancing yang lebih kuat seperti misalnya menggunakan senar braided/ PE. Saat gurame memberontak, hati-hati dengan penutup insang gurame yang bergerigi tajam yang bisa memutuskan rangkaian pancing.


Tidak selesai sampai disitu saja, kala gurame yang berhasil dikanvaskan seyogyanya para mania mempersiapkan beberapa jenis asesoris untuk penanganan gurame yang terpancing.


Sirip gurame yang tajam akan berdiri dibarengi dengan merontanya ikan dan bisa membahayakan. Pegang ikan dengan menggunakan kain atau sarung tangan tebal dan posisikan ikan dalam keadaan terbalik dengan posisi punggung dibawah. Hal ini bisa mengurangi aksi meronta gurame.



Apabila pancing tertelan di dalam mulur gurame, gunakan alat pelepas kail untuk melepasnya. Apabila para mania ingin membawa ikan dalam keadaan hidup, jangan masukkan gurame ke dalam korang/ koja namun letakkan dalam satu wadah seperti ember yang cukup besar dan bagian atas wadah ditutup dengan kain agar ikan tidak mengalami stress dan berusaha meloncat keluar wadah.


Memancing Gurame Alam Liar

Habitat gurame di alam liar biasanya terdapat di sungai-sungai yang kondisi airnya masih bagus tanpa pencemaran. Umumnya gurame liar tersebut bisa ditemui berukuran besar. hal itulah yang membuat banyak mania mencari sensasi memburu gurame liar tersebut.


Beberapa jenis umpan hidup yang umum dipakai seperti ulat daun pisang, ulat batang bambu, jangkrik berukuran besar, belalang atau capung kerap digunakan. Gunakan senar yang kuat bisa dari bahan monofilamen yang berukuran diameter besar maupun senar braided/ PE.


Gunakan pancing berukuran jangan terlalu besar, seperti contoh ukuran nomor 4 yang dipasangi rangkaian pancing sepanjang lebih kurang 10 cm yang diikat pada kili-kili dan diberi pemberat/ timah bolong ditengah serta sebuah pelampung berjarak kira-kira satu meter dengan kili-kili. Hal tersebut dilakukan agar umpan bisa bergerak-gerak untuk menarik perhatian gurame.


Memancing gurame di sungai liar baiknya menggunakan sampan atau perahu kecil demi mengurangi getaran akibat gelombang yang ditimbulkan dikarenakan karakter gurame yang sensitif dan bisa kabur dari spot karena kaget.


Pilih spot seperti disekitaran pohon kayu besar dan banyak cabang yang runtuh dan terendam cukup lama di tepian sungai. Posisikan umpan agak ketengah unggukan cabang pohon rubuh kira-kira 2 – 3 meter pada posisi air yang tenang.


Memancing gurame memerlukan kesabaran mulai saat mencari spot, menunggu umpan disambar hingga penanganan saat ikan strike. Disinilah letak keunikan dan daya pikat memancing gurame demi mendapatkan sensasi saat fight dengan gurame hasil tangkapan dan bisa dijadikan menu santapan lezat dengan protein hewani yang tinggi.

0 Response to "Daya Pikat Memancing Ikan Gurame dan Sensasinya"

Posting Komentar