-->

Penanganan Pasca Panen dan Panen Pada Budidaya Ikan Nila

Penanganan Pasca Panen dan Panen Pada Budidaya Ikan Nila  – Dalam hal melakukan Budidaya ikan nila ini, panen merupakan suatu hal yang paling di tunggu oleh para petani ternak ikan nila tersebut. Dalam hal melakukan pemanenan ini petani nila ini akan dapat mengetahui berapa banyak keuntungan yang dapat di perolehnya.


Pada saat melakukan pemanenan tersebut, semua petani ikan nila ini pastinya sangat menginginkan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Jika petani ikan nila ini mendapatkan kerugian bukan keuntungan, maka sudah di pastikan bahwa petani tersebut tidak ingin menjadi petani nila lagi.






Ketika melakukan pemanenan, pastinya banyak cara yang harus di lakukan. Salah satunya ialah menentukan jenis ikan nila apa sajakah yang dapat di pilih untuk di panen. Artinya tidak sembarang jenis ikan nila yang dapat di pilih untuk segera di panen.


Biasanya dalam melakukan pemanenan, umur dan bobot panen tersebut memang harus di lihat dengan baik dan benar. Karena jika umur dan bobot panen tidak sesuai dengan yang diinginkan, maka kualitas rasa dari ikan nila tersebut tentunya akan berkurang.



  • Penanganan Pasca Panen dan Panen Pada Budidaya Ikan Nila


 
Untuk jenis ikan nila ini biasanya baru dapat di panen ketika ikan nila tersebut telah mencapai usia sekitar 4 bulan. Walaupun usia ikan nila sudah mencapai 4 bulan, bukan berarti ikan nila tersebut sudah dapat di panen, melainkan dalam pemanenan tersebut harus di lihat dari bobot panennya juga.



Biasanya untuk bobot ikan nila ini sendiri ialah harus berkisan 300 gram per ekornya. Jika berat bobot tersebut berlebih, maka itu tidak menjadi permasalahan untuk kita melakukan pemanenan ikan nila ini.




  • Cara pemanenan Ikan Nila Budidaya


 

Selain itu, cara pemanenan juga harus kita terapkan dengan baik dan benar juga. Jangan sampai pemanenan ini di lakukan dengan cara yang salah. Agar ikan nila tersebut tidak tersakiti, maka kita harus melakukan pemanenan dengan cara melakukan penjaringan pada ikan-ikan tersebut.Simak Juga Bahan Peralatan Sebelum Budidaya Ikan Nila Kolam


Biasanya untuk penjaringan ini dapat di lakukan dengan menggunakan jaring ikan yang berukuran lebih besar, agar ikan nila tersebut dapat terjaring dengan baik dan tidak tersakiti. Selain itu, penjaringan ikan ini juga akan membuat ikan nila tersebut tidak mengalami stres pada saat di tangkap tersebut.


Dalam hal melakukan pemanenan tersebut biasanya dapat di lakukan dengan dua cara. Cara yang pertama yaitu dengan menggunakan jaring seperti yang telah kita ketahui bersama, cara yang kedua tersebut dapat di lakukan dengan cara menguras air kolam hingga surut, sehingga saat melakukan penangkapan akan lebih mudah untuk di lakukan.


Biasanya petani menyediakan beberapa wadah penampung untuk meletakkan ikan-ikan hasil dari pemanenan tersebut. Biasanya wadah yang di sediakan tersebut berupa ember pelastik, drum pelastik bekas dan juga sterefoam. Wadah yang di gunakan untuk penampungan hasil panen tersebut harus dalam keadaan yang baik dan juga steril.




  • Pengemasan Dan penjualan Ikan Nila


 

Setelah di lakukan panen pada ikan nila budidaya ini, maka hal yang harus segera di lakukan ialah melakukan pengemasan dan pengangkutan ikan nila yang sudah di panen tadinya. Pemanenan tersebut harus di lakukan dengan cara yang baik dan benar, agar pada saat pengangkutan ikan nila tetap dalam keadaan yang baik.




  •  Penanganan Panen Dan Pasca Panen Ikan Nila Budidaya


 

Untuk pengangkutan ini sendiri biasanya harus di lakukan ketika ikan nila tersebut masih dalam keadaan hidup. Jika ikan nila tersebut di angkut atau di kemas dalam keadaan yang sudah mati, maka pastinya itu akan mengakibatkan pembusukan pada ikan nila tersebut.


Usahakan dalam melakukan pengemasan dan pengangkutan tersebut ikan nila masih dalam keadaan yang tetap segar sampai di tangan konsumen. Jika ingin melakukan pengangkutan ikan nila tersebut, maka harus menggunakan alat transportasi yang tidak memakan waktu yang cukup lama, alias cepat sampai.


Bukan hanya itu saja, dalam hal melakukan pengemasan dan pengangkutan pada jenis ikan nila ini sebaiknya tidak menggunakan air yang berasal dari kolam pembudi dayaan tersebut. Artinya air yang di gunakan untuk melakukan pengangkutan ini harus menggunakan air yang bersih dan jernih.




  • Cara mengangkut Ikan Nila Dalam perjalanan


 

Selama di lakukannya pengangkutan, suhu air yang ada di dalamnya pun juga harus di pertahankan. Jadi air yang sudah di kemas di dalam wadah pengangkutan ini harus tetap stabil dan tidak berubah menjadi panas.Baca Juga Tahap Pembesaran Ikan Nila Dan Pemilihan Bibit Unggul


Jika air yang ada di dalam tempat pengemasan berubah menjadi panas, maka sudah di pastikan bahwa ikan yang ada di dalamnya tidak akan bertahan hidup lebih lama sehingga akan mengalami kematian sebelum sampai di lokasi.


Pada saat di lakukannya pengangkutan dan pengemasan, biasanya harus di lakukan di tempat atau wadah yang sesuai. Seperti halnya ember pelastik, drum pelastik, dan juga wadah yang berupa sterofoam. Semua wadah atau tempat yang akan di gunakan tersebut biasanya harus di cek terlebih dahulu, usahakan tempat atau wadah tersebut harus dalam keadaan yang steril.


Jika lokasi yang akan di tuju tersebut berjarak lebih jauh dari tempat atau lokasi awal, maka yang harus kita lakukan ialah memberikan oksigen di dalam wadah atau tempat yang di gunakan untuk melakukan pengangkutan ikan nila tersebut.Penanganan Panen Dan Pasca Panen Ikan Nila Budidaya


Setelah itu, jika wadah yang di sediakan untuk melakukan pengangkutan tersebut sudah di beri oksigen. Maka wadah atau tempat untuk pengangkutan tersebut harus segera di tutup agar ikan nila tersebut tidak mudah keluar-keluar dari tempat atau wadah tersebut.


Tetapi jika pengangkutan tersebut di lakukan di tempat jarak yang dekat, maka ikan-ikan tersebut tidak usah di beri oksigen dan di tutup dengan rapat. Karena pada dasarnya pengangkutan untuk ikan nila tersebut memang harus dan lebih baik apabila di lakukan secara terbuka.




  • Teknik Lain Dalam mengemas Dan menjual ikan Nila


 

Setelah di lakukan pemanenan, pastinya ikan nila tersebut harus di lakukan penanganan dengan cara yang baik dan benar. Untuk mendapatkan kualitas ikan yang baik dan tentunya tidak dalam keadaan yang rusak, maka penanganan setelah pemanenan tersebut harus di lakukan dengan sebaik mungkin.




  • Penanganan ikan saat di lakukannya pemanenan


 

Pada saat melakukan pemanenan, yang paling penting di lakukan ialah penangan yang baik pada saat melakukan pemanenan tersebut. Dalam hal melakukan pemanenan, pengemasan hingga melakukan pengangkutan memang harus di lakukan dengan sebaik mungkin, agar tidak terjadinya kerusakan pada ikan nila tersebut.Tulisan terkait Lian Menebar Benih Ikan Nila Serta Pakan Supaya Cepat Besar


Biasanya untuk pemanenan ini dapat di lakukan pada saat pagi atau sore hari. Sebaiknya untuk pemanenan ini jangan di lakukan pada waktu siang hari yang sangat terik, karena hal tersebut hanya dapat membuat ikan-ikan nila tersebut menjadi lemas.


Untuk melakukan pemanenan nila ini biasanya harus di lakukan dengan menggunakan jaring atau skoopnet yang sesuai dengan ukuran ikan nila tersebut. Seperti yang telah kita ketahui bahwa untuk melakukan penjaringan ini harus di lakukan dengan cara yang baik dan benar.


Selain itu dalam hal melakukan pemanenan tersebut biasanya harus di lakukan dengan cara menyurutkan air kolam tersebut. Penyurutan air kolam berfungsi agar ikan nila tersebut mudah untuk di tangkap, penangkapan tersebut sebaiknya juga harus di lakukan secara hati-hati.




  • Penanganan ikan sebelum dan saat packing


 

Setelah di lakukannya pemanenan, hal yang harus segera di lakukan untuk selanjutnya ialah tidak melakukan pemberian pakan pada ikan-ikan tersebut. Biarkan ikan nila tersebut berpuasa hingga sampai ke tangan konsumen, karena jika tidak di puasakan terlebih dahulu, maka ikan nila tersebut akan sulit untuk di atur.Penanganan Panen Dan Pasca Panen Ikan Nila Budidaya


Setelah itu lakukan sortasi dengan cara hati-hati, sortasi ini juga harus di lakukan sesuai dengan bobot dan ukuran dari ikan nila tersebut. Setelah semua itu di lakukan dengan baik dan benar, maka hal yang harus di lakukan selanjutnya ialah packing atau yang biasa di sebut dengan pengemasan.


Untuk sistem tertutup, biasanya packing tersebut dapat di lakukan dengan cara menggunakan kantong pelastik yang bening. Jika packing tersebut di lakukan secara tertutup, maka oksigen yang ada di dalam kantong pelastik tersebut harus diisi dengan baik.


Jika tidak menginginkan packing dengan cara yang tertutup, maka kita bisa menggunakan drum pelastik atau ember pelastik sebagai wadah packing ikan nila tersebut.


 Demikianlah artikel tentang Penanganan Pasca Panen dan Panen Pada Budidaya Ikan Nila, semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya bersama dengan kami di hewanternak.net

0 Response to "Penanganan Pasca Panen dan Panen Pada Budidaya Ikan Nila"

Posting Komentar