-->

Peluang Besar Budidaya Ikan Kakap Putih

Peluang Besar Budidaya Ikan Kakap Putih - Alhamdulillah pada malam ini kami dari tim hewanternak akan memberikan update terbaru artikel dengan Judul Peluang Besar Budidaya Ikan Kakap Putih. Untuk mendorong pengembangan budidaya laut khususnya ikan kakap putih, memanfaatkan potensinya yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.











Peluang Besar Budidaya Ikan Kakap Putih

Peluang Besar Budidaya Ikan Kakap Putih


Kenapa kakap putih? Menurut Slamet, dipilihnya kakap putih sebagai salah satu komoditas alternatif budidaya laut atau marikultur dilandasi banyak faktor. Mulai dari teknologi pembenihan dan pembesaran kakap putih itu sudah dikuasai DJPB melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, juga karena nilai jualnya menjanjikan.


Makanya BPBL Batam terus menyebarluaskan teknologi dengan sistem Demfarm agar usaha budidaya kakap putih itu bisa dilakukan secara efisien dan menguntungkan.


Factor lain, yang utama, tentu karena harga jual kakap putih yang cukup bagus, sekitar Rp 60.000 sampai Rp 70.000 per kg. Sangat menjanjikan bukan? Padahal, dengan harga semahal itu, waktu budidaya ikan jenis ini lebih singkat yakni hanya sekitar enam bulan dari ukuran benih tebar sampai 500 gr atau dua ekor satu kilogram.


Tak heran, menurut Slamet, target produksi kakap termasuk di dalamnya kakap putih di tahun 2015 sebanyak 312.500 ton. Pemerintah menargetkan pertumbuhan produksi kakap putih dalam lima tahun ke depan bisa sebesar 17,31% per tahun atau 589.800 ton pada 2019, menyusul akan berkembangnya budidaya.


Kakap putih yang di Indonesia dikenal dengan nama-nama seperti pelak, petakan, cabek, cabik (Jawa Tengah dan Jawa Timur), dubit tekong (Madura), serta talungtar, pica-pica, kaca-kaca (Sulawesi), semakin menjanjikan, karena kebutuhan pasar lokal sangat besar dan ekspornya bisa lebih ke banyak negara. Sebagaimana dikatakan pembudidaya sekaligus pemasar kakap putih di Sumatera Utara, Effendi.


Dia mengatakan, budidaya kakap putih semakin menjanjikan karena ekspor kerapu sedang terganggu karena permintaan impor ke Indonesia melemah. Dengan biaya produksi hingga panen sekitar Rp 23.000 sampai Rp 25.000 per kg, hitung saja berapa keuntungan yang bisa diperoleh jika ikan itu bisa dijual seharga Rp 60.000 per kg.


“Pasar ikan kakap putih bisa ke banyak Negara, mulai ke Australia, Timur Tengah hinga ke Eropa dan Amerika Serikat. Tidak seperti kerapu yang pernah dieskpor hanya ke negara tertentu,” kata Effendi yang lebih dikenal dengan panggilan Aseng.


Lalu, bagaimana tata cara budidaya ikan kakap putih? Di sini, kami akan sedikit mengulas tentang cara pembesaran kakap putih di jaring apung.


Kakap putih adalah ikan yang tergolong ikan dasar yang hidup di air laut, mempunyai toleransi yang cukup besar terhadap kadar garam (euryhaline) dan merupakan ikan katadromous (dibesarkan di air tawar dan kawin di air laut). Sifat-sifat tersebut yang menyebabkan ikan kakap putih dapat dibudidayakan di laut, tambak maupun air tawar.


Salah satu faktor sangat penting dan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembesaran ikan kakap putih adalah pemilihan lokasi yang tepat untuk penempatan karamba jaring apung. Faktor pemilihan lokasi yang tepat meliputi dua hal, yaitu persyaratan umum dan persyaratan kualitas air.


Persyaratan umum di antaranya, tempat terlindung dari angin dan gelombang besar, kedalaman perairan 7- 8 meter dari surut terendah untuk menghindari pengaruh kualitas air dari sisa kotoran ikan yang membusuk dan sering terjadi serangan ikan buntal yang merusak jaring.


Air harus bebas dari bahan cemaran; Limbah industri, rumah tangga dan limbah pertanian yang mengalir ke lokasi budidaya dalam jumlah tertentu, karena akan membahayakan organisme yang dipelihara. JUga jangan ada alur pelayaran, karena suara mesin motor atau perahu yang lalu lalang serta gelombang dan pusaran air yang ditimbulkannya dapat mengganggu ikan peliharaan.


Kemudian pakan. Pakan merupakan kunci pembesaran ikan kakap putih. Lokasi yang dekat dengan daerah penangkapan ikan menggunakan liftnet atau bagan bisa dijadikan pilihan, karena akan mudah mendapatkan pakan berupa ikan segar dan murah. Karena ikan kakap putih tergolong hewan carnivora (pemakan daging). Selain itu daerah yang dekat dengan tempat pelelangan ikan pun akan menjamin kontinuitas pengadaan ikan rucah.


Berikutnya persyaratan khusus. Ikan kakap putih butuh tempat berkembang yang kecepatan arusnya tidak lebih dari 1 m/detik. Kecepatan arus > 1 m/detik dapat mengurangi pertukaran air keluar masuk jaring dan berpengaruh terhadap ketersediaan oksigen dalam wadah pemeliharaan, serta mudahnya penyakit terutama parasit menyerang ikan peliharaan. Aliran arus harus mampu mengalirkan buangan sisa pakan dan limbah keluar dari areal pembudidayaan secara periodik dan terjadi pengenceran secara alami.


Lalu kecerahan, perairan yang tingkat kecerahannya sangat tinggi bahkan sampai tembus dasar merupakan indikator lokasi yang baik untuk pembesaran. Sebaliknya dengan tingkat kecerahan yang rendah menandakan tingkat bahan organik terlarut sangat tinggi. Kecerahan perairan yang cocok untuk pembesaran kakap putih adalah > 5 meter.


Dan jangan lupakan factor kualitas kimia air, parameternya salinitas/kadar garam optimal adalah 27-30 per mil. Lalu suhu optimum berkisar 28 – 30 ÂșC, konsentrasi ion hidrogen (pH) 7,5 – 8,5.


Kakap putih dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dengan konsentrasi oksigen terlarut (DO) lebih dari 5,0 ppm.


Lama pemeliharan mulai dari awal penebaran sampai mencapai ukuran ± 500 gram/ekor diperlikan waktu 5-6 bulan. Kakap putih tergolong ikan buas dan cepat sekali pertumbuhannya, pakan kegemarannya terdiri dari plankton hewani, udang-udangan dan ikan-ikan kecil lain.


Dengan tingkat kelulusan hidup/survival rate sebesar 90% akan didapat produksi sebesar 2.250 kg/unit/periode budidaya. Pemanenan dilakukan dengan cara mengangkat jaring ke luar rakit, kemudian dilakukan penyerokan.


Publikasi tentang penyakit yang menyerang ikan-ikan yang dibudidayakan di laut seperti ikan kakap putih belum banyak dijumpai. Ikan kakap putih ini termasuk di antara jenis ikan teleostei. Ikan jenis ini sering kali diserang virus, bakteri dan jamur.




Gejala-gejala ikan yang terserang penyakit antara lain kurang nafsu makan, kelainan tingkah laku, kelainan bentuk tubuh dan lain-lain. Tindakan yang dapat dilakukan dalam mengantisipasi penyakit ini adalah menghentikan pemberian pakan terhadap ikan dan menggantinya dengan jenis yang lain, memisahkan ikan yang terserang penyakit serta mengurangi kepadatan, atau memberikan obat sesuai dengan dosis yang telah ditentukan.Demikialah artikel tentang Peluang Besar Budidaya Ikan Kakap Putih, semoga bermanfaat untuk kita semua amin3x. dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya tentunya bersama dengan kami di hewanternak.net

0 Response to "Peluang Besar Budidaya Ikan Kakap Putih"

Posting Komentar