-->

Ayam Ketawa dipercaya sebagai Pembawa Riski

Ayam Ketawa dipercaya sebagai Pembawa Riski - Percaya atau tidak, ada ayam yang bisa ketawa, bahkan karena keunikan kokok ayam itu, sehingga menjadi unggas yang paling diburu saat ini. Bukan hanya karena suaranya yang khas, akan tetapi banyak pula kalangan yang mempercayai, bahwa ayam seperti itu dapat digunakan sebagai pemanggil rezeki atau penglaris usaha. Benarkah demikian, berikut liputannya :




Ayam ketawa atau disebut pula dengan nama Manu Gaga’ di masyarakat Bugis, dipercaya merupakan unggas asli masyarakat Ajatappareng, khususnya Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.


Konon kabarnya, dahulu kala ayam jenis ini merupakan ayam peliharaan raja-raja Sidenreng dan Rappang. Ayam ini, bukan hanya sebagai unggas peliharaan semata, akan tetapi dipercaya pula memiliki indera khusus untuk mengetahui akan ada kejadian berupa banjir, kebakaran dan bencana alam di kerajaan tersebut. Selain sebagai unggas kesayangan raja, ayam ini juga sering diperlombakan oleh para bangsawan di kedua kerajaan tersebut, untuk menaikkan gengsi sang pemilik ayam.


Ciri-ciri ayam ketawa tak ada bedanya dengan ayam kampung biasa yang kita kenal, baik dari segi bentuk maupun perawakannya. Hanya apabila kita telah mendengar suara ayam itu, baru kita dapat menbedakan antara ayam ketawa dengan ayam kampung biasa. Suara kokok ayam ketawa tidak panjang seperti kokok ayam yang biasa kita dengar, akan tetapi suaranya terpenggal-penggal seperti orang gagap ; Itulah mengapa disebut pula dengan nama Manu Gaga’ yang sekilas terdengar seperti orang tertawa. Penamaan ayam ketawa itu sendiri tercetus setelah komunitas pencinta unggas asal pulau Jawa menamainya dengan sebutan ayam ketawa, di Sidrap sendiri, yang merupakan daerah habitat asli ayam ini, sejak dulu dikenal dengan nama Manu’ Gaga’.


Ayam ketawa sendiri ternyata terbagi menjadi tiga jenis ayam, tergantung dari jenis suara ayam tersebut, yaitu :




  1. Jenis ayam Garetek : Dinamai seperti itu karena jenis ini memiliki interval suara yang agak cepat, yang masyarakat pencinta ayam memakai istilah jenis dangdut.

  2. Jenis ayam Gaga’ : Dinamai seperti itu karena tempo suaranya yang agak lambat dan seperti orang yang gagap. Biasanya disebut pula dengan tempo pop slow.

  3. Jenis ayam Do’do : Dinamai seperti itu karena tempo suaranya yang sangat lambat dan mendayu-dayu.


 
Selain jenis suara yang menjadi daya tarik, ternyata sebagian pencinta ayam ketawa, memberikan penilaian tersendiri terhadap warna bulu pada ayam ketawa. Sehingga terdapat istilah bulu kelas satu, kelas dua dan kelas tiga. Adapaun jenis bulu pada ayam ketawa sama persis dengan ayam kampung pada umumnya. Akan tetapi penggolongan warna bulu ayam ketawa yang berkelas sudah menjadi standart baku bagi pencinta ayam ketawa. Adapun jenis bulu berdasarkan warnanya adalah :



  1. Bulu Bakka : warna dasar bulu berwarna putih mengkilap, biasanya ada beberapa warna lain yang tak dominan seperti hitam, merah maupun jingga. Warna bulu ini disebut sebagai bulu kelas satu karena banyaknya orang yang menggemari.

  2. Bulu Lappung : Warna dasar bulu berwarna hitam kombinasi dengan warna merah hati.

  3. Bulu Ceppaga : Warna dasar hitam kombinasi dengan warna putih.

  4. Bulu Koro: warna dasar hitam kombinasi hijau dan warna putih dan kuning mengkilap.

  5. Bulu Ara: warna dasar hitam kombinasi warna jingga terang dan merah.

  6. Bulu Ijo buata : warna dasar ijo kombinasi merah dan hitam sedikit.

  7. Bulu Bori: warna dasar merah dan warna bintik-bintik kuning mengkilap.

  8. Bulu Kelleng  : warna dasar abu-abu, biasa di selingi dengan warna lain yang tak dominan seperi merah, hitam maupun jingga.


 

0 Response to "Ayam Ketawa dipercaya sebagai Pembawa Riski"

Posting Komentar