-->

Cara Menangani Penyakit Scabies Pada Ternak Kambing


Cara Menangani Penyakit Scabies Pada Ternak Kambing - Penyakit Scabies atau yang dikenal dengan penyakit gudik ini adalah penyakit kulit pada ternak yang disebabkan oleh parasit tungau. Penyakit Kambing ini adalah salah satu penyakit menular yang sering ditemukan. Ditandai adanya radang pada kulit dengan disertai keropeng dan juga rontoknya bulu pada daerah yang terserang penyakit.










Cara Menangani Penyakit Scabies Pada Ternak Kambing

Cara Menangani Penyakit Scabies Pada Ternak Kambing





Parasit Tungau penyebab scabies setelah menginfeksi ternak kemudian akan menmbus kulit, menghisap cairan limfe dan juga memakan sel se epidermis pada hewan. Penyakit scabies ini akan menimbulkan rasa gatal yang luar biasa sehingga kambing atau ternak yang terserang akan menggosokkan badannya ke kandang. Akan tetapi pada jenis penyakit ini semakin digosok ataupun digaruk maka akan menjadi semakin gatal.Eksudat yang dihasilkan oleh penyakit gudik akan merembes keluar kulit kemudian mengering membentuk sisik di permukaan kulit. Sisik ini akan menebal dan selanjutnya terjadi keratinasi serta proliferasi jaringan ikat. Daerah sekitar yang terinfeksi parasit akanmenjadi berkerut dan tidak rata. Rambut kulit pada daerah ini akan menjadi jarang bahkan hilang.

Kambing muda lebih rentan terhadap penyait scabies. Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan ternak lainnya. Atau bisa juga tertular melalui peralatan pakan dan peralatan lainnya yang telah tercemar parasit scabies. Penyakit meningkat terutama pada musim penghujan.


Pengobatan Penyakit Scabies




Pengobatan dilakukan dengan pemberian Ivermectin dengan cara suntik subcutan. Obat akan tinggal dalam tubuh selama beberapa minggu. Bila pada penyuntikkan pertama penyakit belum sembuh, bisa diberikan dosis pengulangan pada 10-14 hari setelah suntikkan pertama. Perlu diingat bahwa ternak yang diambil susunya perlu hati-hati dalam pemberian ivermectin. Withdrawl time atau masa bebas obat dari ivermectin adalah 30 hari.Pemberian amitraz untu membasmi parasit tungau juga bisa dipertimbangkan. Obat ini merupakan satu satunya senyawa golongan formaldehid yang digunakan untuk ektoparasit. Mekanisme kerjanya dengan cara menghambat enjima monoamine-oxidase dan sintesis prostaglandin. Amitraz bertindak juga sebagai antagonis dari reseptor oktopamin. Enjima monoamine-oxidase menjadi katalisator pemecahan amin-nemotransmitter di dalam parasit seperti caplak dan tungau. Sedangkan octopamin dapat meningkatkan otot parasit.

Mungkin contoh pengobatan scabies yang terakhir ini sering dijumpai dilapangan, terutama pada peternakan rakyat. Pengobatan parasit tungau menggunakan oli bekas. Caranya adalah oli dioleskan pada daerah atau kulit yang terserang penyakit. Beberapa kasus mungkin bisa saja sembuh dengan cara pengobatan ini. Kemungkinan kesembuhan terjadi karena parasit tidak mendapatkan oxygen yang melanjut dengan anoxia hingga akhirnya parasit mati.

Demikian beberapa Cara Menangani Penyakit Scabies Pada Kambing. Perlu diingat bahwa sebelum menentukan diagnosa bahwa ternak terserang penyakit scabies, sebaiknya pastikan dulu dengan diagnosa laboratorium dengan sampel beruba kerokan kullit pada daerah yang diduga terserang penyakit scabies.Lihat Juga Cara Menangani Penyakit Pink Eye Pada Kambing


0 Response to "Cara Menangani Penyakit Scabies Pada Ternak Kambing"

Posting Komentar